Senin, 10 Juli 2017

22:49
Setelah Dilantik, Anies-Sandi Segera Audit Reklamasi Teluk Jakarta


Mata Lelaki - Belakangan ini masyarakat diributkan oleh pemutusan hubungan kerja secara sepihak terhadap karyawan PT Media Nusantara Indonesia (MNI) di Jawa Timur dan Jakarta. Mereka juga menolak dipekerjakan kembali jika diberi tawaran oleh perusahaan milik Hary Tanoesoedibjo itu.

Menurut Psikolog Mira Anin, terdapat alasan tertentu yang membuat karyawan tidak mau menerima ajakan bekerja kembali usai mengalami PHK. Hal tersebut biasanya tidak melulu berkaitan dengan masalah uang. Agen Bola Terpercaya

Bukan Soal Uang
"Sebagai manusia kita memiliki seperangkat nilai, keyakinan yang kita masing-masing miliki. Kemungkinan besar, karyawan (yang menolak dipekerjakan kembali) tidak melulu atau sudah beranjak dari kebutuhan finansial dan ada hal lain yang lebih diutamakan," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (10/7). Agen Casino Terbaik

Alasan pertama, Mira mengatakan, karyawan tidak memiliki rasa aman di perusahaannya usai mengalami PHK. Rasa aman yang dimaksud tersebut seperti tidak pastinya keberadaan perusahaan untuk jangka waktu yang lama. Agen Poker Indonesia Terbesar

"Pemutusan hubungan kerja ini bukan suatu yang tiba-tiba, mungkin saja sebelumnya sudah ada situasi yang meresahkan sehingga perusahaan melakukan PHK. Saat itulah, karyawan berada dalam ketidakpastian, itu yang membuat uang belum tentu jadi solusi untuk mereka," ucapnya.

Alasan kedua, pegawai yang telah di-PHK mungkin ingin mencari peluang baru sehingga menolak ajakan bergabung kembali dengan perusahaan lamanya. Keinginan mencari peluang baru itu didasari rasa tidak aman yang diberikan oleh perusahaan lamanya.

Kenyamanan Pegawai
Sebenarnya terdapat beberapa keadaan yang dapat membuat seseorang nyaman di sebuah perusahaan. Mira menilai, sebuah perusahaan yang baik dapat mengembangkan potensi karyawannya. Hal itu menjadi dampak positif yang diterima oleh pegawai.




Selain dapat mengembangkan potensi, Mira mengatakan, komunikasi yang baik antar pimpinan dan karyawan membuat mereka nyaman dalam sebuah perusahaan.

"Kebutuhan dasar manusia adalah untuk bisa berkomunikasi, jadi ketika pegawai tidak hanya mendapatkan instruksi, dapat menyalurkan aspirasi dan terjadi dialog, serta manajemen yang terbuka sama berharganya dengan nilai kompensasi yang mereka terima," tuturnya.

Situasi yang nyaman juga berkaitan dengan keterbukaan perusahaan untuk melibatkan karyawan dalam sejumlah situasi kantor seperti masalah keuangan. Menurut Mira, saat perusahaan mengalami masalah keuangan, dia dapat menginformasikan kepada karyawan.

"Perusahaan sedang mengalami kesulitan keuangan, karyawan dapat diinformasikan, difasilitasi keresahannya dan mungkin secara personal memudahkan karyawan dalam situasi tersebut jadi karyawan juga memiliki rasa kepemilikan, secara psikologis mereka merasa dilibatkan secara aktif," ujarnya kemudian.

Solusi Saat di-PHK

Untuk sejumlah karyawan yang mengalami PHK, Mira mengatakan, mereka harus saling memberi dukungan. Dengan dukungan satu sama lain, Mira menilai, hal itu dapat menguatkan.

Selain itu, membuka relasi juga dapat memberikan sejumlah karyawan yang di PHK mendapatkan jalan keluar. Relasi yang baik dengan sesama, Mira menilai, dapat membawa keuntungan bagi mereka.

Solusi lainnya, Mira mengatakan, menyimpan hal-hal positif yang didapatkan selama bekerja di perusahaannya tersebut. Hal itu ditujukan untuk membuat karyawan tidak lagi membicarakan kejelekan dari perusahaan yang telah memutus hubungan kerja tersebut.

"Kalau saya mendukung untuk memakai psikologi positif atau hal-hal positif yang pernah kita alami selama kerja di tempat yang lama, tidak mungkin hanya berisi ketidaknyamanan, pasti ada hal yang menyenangkan juga. Inilah dinamika kehidupan," tuturnya.


0 komentar:

Posting Komentar