Jumat, 08 September 2017

22:04
Prabowo Perintahkan Pecat Kader Gerindra Tersangka Pembakar 7 Sekolah


Mata Lelaki - Menteri Sekretaris Negara Pratikno menceritakan soal cara Presiden Joko Widodo mengambil sebuah keputusan. Dia juga menjelaskan makna blusukan Jokowi. Agen Bola Terpercaya

Pratikno menceritakan hal ini saat menjadi pembicara dalam acara 'Pendidikan dan Pelatihan Komunikator Politik Nasional Partai Golkar' di The Sultan Hotel, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (8/9/2017). Ia mengatakan saat awal pemerintahan. Agen Casino Terbaik

"Jadi waktu itu kita dihadapkan pada situasi, yang sangat berat, terkait dengan fiskal kita karena komoditas kita turun harganya, ekonomi kita bertopang pada komoditas, minyak, batu bara, gas, dan lain-lain. Indonesia pernah booming minyak. Pasca-minyak habis, kita geser lagi berbasis pada utang-utang tahun '80-an hampir habis industri kita juga belum berkembang juga," kisah Pratikno. Agen Poker Indonesia Terbesar

"Lalu kita mengandalkan ekonomi kita kepada tambang mineral booming. Tapi, ketika harga komoditas turun luar biasa, industri tidak bisa mengambil alih, fiskal kita bisa ambruk ini," imbuhnya.

Pratikno juga mengatakan ada keputusan terberat Jokowi yang harus diambil saat awal kepemimpinannya sebagai presiden. Salah satunya mengenai subsidi BBM, yang saat itu dinikmati kalangan kelas atas.

"Keputusan pertama yang kita lakukan waktu itu memangkas subsidi BBM, memang untuk rakyat, tapi yang menikmati itu kalangan elite. Itu keputusan besar yang tertunda puluhan tahun. Waktu itu dalam posisi Pak Presiden sedang perjalanan ke China," kata Pratikno.

Ia mengatakan subsidi BBM tersebut akan dialihkan untuk hal-hal yang lebih penting. Keputusan itu, menurut Pratikno, baru akan diumumkan setelah kepulangan Jokowi dari Australia.

"Dialihkan BBM untuk hal-hal yang lebih penting, seperti pendidikan, infrastruktur, dan lain-lain. Itu keputusan besar sekali pada saat itu. Pak Presiden akan pergi ke Beijing, kemudian kita umumkan pada saat ratas (rapat terbatas), akhirnya diumumkan setelah pulang dari Australia," ceritanya.




Setelah kepulangan Jokowi dari Australia, ia mendapat laporan pemangkasan subsidi BBM akan berimplikasi politik. Namun Jokowi tetap memilih mengambil keputusan yang telah dibuat sebelumnya.

"Kita sudah putuskan sebelum saya pergi, sekarang nggak boleh mundur lagi. Kalau kita sudah memutuskan, kita nggak boleh mundur lagi, kita umumkan, maka diumumkan," ucap Pratikno menirukan perkataan Jokowi kala itu.

Menurut Pratikno, hal tersebut merupakan pelajaran pertama dan berarti yang ia dapatkan sebagai orang terdekat Jokowi. Bahwa dalam pengambilan keputusan, tidak ada kata 'mundur' atau 'mengulang'.

"Itu pelajaran pertama saya sebagai orang dekat beliau, yaitu ada saatnya mendengar, ada saatnya merenung, dan ada saatnya memutuskan, dan tidak ada kesempatan untuk mundur atau mengulang dalam proses pengambilan keputusan. Putuskan putuskan, salah diperbaiki," tutur Pratikno.

Selain itu, dia menjelaskan makna blusukan yang kerap dilakukan Jokowi dalam kepemimpinannya. Menurut Pratikno, blusukan yang dilakukan Jokowi merupakan salah satu proses untuk melihat secara detail suatu permasalahan dalam pemerintahan.

"Apa yang dimaksud dengan blusukan, orang sering salah memaknai blusukan. Blusukan, bagi saya, bukan semata-mata pergi jalan-jalan, blusukan itu masuk hal detail dalam hal pemerintahan. Bukan semata-mata secara fisik turun ke lapangan," kata dia.

"Bagi beliau, blusukan adalah policy making process untuk masuk ke hal detail. Kalau kata orang arsitektur itu the god love detail," lanjut Pratikno.

Sementara itu, Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie, yang juga menjadi pembicara dalam acara ini, menyatakan hal yang sama. Dia berbicara soal kepemimpinan.

"Itu kan prinsip bahwa kita jangan mencari jabatan, itu saya berprinsip begitu, kita lebih baik mengejar kemuliaan, bukan mengejar kekayaan. Kalau kita mengejar kekayaan, pasti dapat. Kalau mengejar jabatan, gampang itu. Tapi kalau ngejar kemuliaan, dapat itu kekayaan dan jabatan," urai Jimly saat menjadi pembicara.

#Sumber

0 komentar:

Posting Komentar